Hanya Sekali

Alya

“Kamu itu dari dulu selalu saja manja, banyak maunya, bikin aku pusing,” desahnya, menahan kedua pergelangan tanganku di atas kepala. Mulutnya terasa panas di leherku saat ia menelusuri satu garis panjang dan basah dengan lidahnya.

Dia suka saat aku menggeliat di bawahnya. Senyumannya ...

Masuk dan lanjutkan membaca