Bab [118] Tinggal

Rendra Surya berbicara dengan nada datar, tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya sukses membuat darah Melati Wijaya mendidih.

"Apa maksudmu aku mengemis cinta? Rendra Surya, apa kamu pikir aku ini wanita murahan? Kamu lupa apa yang pernah kamu katakan dulu?"

Melati Wijaya maju selangkah, selur...

Masuk dan lanjutkan membaca