Teman Tak Terduga

Kane

Aku menghantam pintu klinik sampai terbuka lebar. Muriel sudah menungguku di lorong. Seragamnya berlumur darah, sampai-sampai warna aslinya nyaris tak terlihat.

“Alpha Kane,” katanya sambil menunduk hormat.

“Gimana kondisi dia?” tanyaku cepat.

Muriel menarik napas, lalu menjawab dengan nada...

Masuk dan lanjutkan membaca