Reruntuhan Emas

Kane

Ikatan itu menyeretku ke timur.

Salah.

Bukan sekadar menyeret—ia memelintir, menarikku ke beberapa arah sekaligus. Separuh naluriku menjerit, ke sana, sementara bagian lain dari diriku—yang lebih dingin, lebih sadar—tahu arah itu keliru.

Tapi justru itu yang paling masuk akal.

Aku melang...

Masuk dan lanjutkan membaca