BAB LIMA PULUH

Ia menggigit-gigit kulit leherku, sementara telapak tangannya mengusap payudaraku, memainkan putingku.

Aku muak saat merasakan ereksinya menekan pahaku. Aku tahu libidonya memang selalu tinggi, tapi astaga, apa dia nggak pernah capek?

“Nggak! Jangan lagi,” hampir saja aku menjerit.

“Aku janji kam...

Masuk dan lanjutkan membaca