BAB ENAM PULUH DELAPAN

KIERA

Semua mata tertuju pada kami begitu kami memasuki aula bunga dan keheningan berat menyelimuti ruangan.

Aku tiba-tiba merasa sangat sadar diri saat berjalan masuk dengan jari-jariku mencengkeram lengan Don Luca.

"Don, saatnya rapat Mafia sebelum acara dimulai, para don lainnya sudah duduk." ...

Masuk dan lanjutkan membaca