BAB ENAM PULUH SEMBILAN

KIERA

Perjalanan pulang terasa hening, aku tak bisa berhenti melirik ke arah Don Luca. Dia tampak tegang dan siap meledak kapan saja.

Pikiranku melayang kembali ke kejadian tadi, apakah dia benar-benar mau meletakkan pistolnya jika itu bisa menyelamatkan nyawaku?

Aku kembali melirik ke arahnya...

Masuk dan lanjutkan membaca