PASAL TUJUH PULUH

KIERA

Kata-katanya membuat jantungku gemetar. Aku melangkah mundur, air mata langsung menggenang di mata. Aku sudah terbiasa dengan kebenciannya, seharusnya tidak sesakit ini—tapi entah kenapa, setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa seperti menamparku hidup-hidup.

“Aku ke sini cuma karena—”

...

Masuk dan lanjutkan membaca