BAB TUJUH PULUH SEMBILAN

Gerakan tiba-tiba membuat mataku terbuka lebar dari tidur singkat. Aku teringat bahwa aku telah duduk di tempat tidur, menunggu Don Luca, entah bagaimana aku bisa tertidur.

Pandangan mataku terangkat dan bertemu dengan sepasang mata gelap, tatapannya dingin. Brutal. Tak kenal ampun.

Aku bangkit be...

Masuk dan lanjutkan membaca