BAB DELAPAN PULUH LIMA

KIERA

Gelombang kaget menghantam tubuhku. Aku menatapnya dengan mulut menganga beberapa detik.

“Sepupumu?” tanyaku bodoh, dan dia malah menyeringai.

“Iya. Aku ke sini urusan bisnis dan aku janji bakal balikin kamu utuh, dan itu yang bakal aku lakuin. Nggak ada yang bisa kamu lakuin di sana. Alleg...

Masuk dan lanjutkan membaca