Bab 250 Saya khawatir jika saya tidak bermain sekarang, saya tidak akan memiliki kesempatan lagi.

Bagus berbicara di telepon dengan lesu, wajahnya muram, tapi ujung sana sangat berisik. Tirtayasa berteriak, "Kamu ngomong apa?!!! Kencengin suaranya! Kakek nggak dengar!"

Bagus terdiam, merasa seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri.

"Kek, Bagus bilang, Bagus nggak perlu lagi nyumpahin Ka...

Masuk dan lanjutkan membaca