Bab 134

Adik perempuan yang dulunya bernafas dengan hati-hati di hadapannya kini telah menjadi seseorang yang harus dia hormati.

Pembalikan peran ini membuatnya sangat tidak nyaman.

"Kamu memanggilku ke sini hanya untuk minum teh?" Suara Idris serak, menyembunyikan keberanian lemah yang menutupi ketidakam...

Masuk dan lanjutkan membaca