BAB SERATUS ENAM PULUH DELAPAN

ISABELLA

Begitu Melo melangkah masuk, dia langsung menarikku ke pelukannya. Dipeluknya aku erat-erat, lalu bibirnya mendarat berkali-kali di pipi, dahi, dan ujung hidungku—ciuman-ciuman kecil yang bikin aku nyaris lupa semua yang barusan terjadi.

“Kenapa rasanya tiap kali aku lengah sebentar, kamu...

Masuk dan lanjutkan membaca