BAB SATU HUDRED DAN TUJUH PULUH DUA

Ponselku berdering dan langsung kuangkat. Bella dan bayi kami seharusnya aman, tapi aku ingin tetap bisa dihubungi kalau-kalau terjadi sesuatu.

“Ngomong.” suaraku tajam ketika Rocco di seberang sana masuk.

“Bos… dia hilang.” Seketika aku menegakkan badan, kaki yang tadi selonjor di atas dasbor lan...

Masuk dan lanjutkan membaca