BAB SERATUS TUJUH PULUH EMPAT

“Sekarang? Kita bangunin istrimu. Biar kita lihat seberapa besar kamu beneran sayang sama dia.”

Dia hampir membelakangiku, tapi di detik terakhir mengurungkan niat.

“Sebelum kamu kepikiran nembak punggungku, aku sudah telanjangin istrimu pas dia masih pingsan dan aku pasangin bom di badannya. Begi...

Masuk dan lanjutkan membaca