BAB TIGA PULUH DELAPAN

MELO

Melo berdiri, amarah berkilat di matanya, tatapannya menghujam ke arah detektif.

“Aku cuma basa-basi, Rossi. Sekarang aku bahkan nggak boleh ngobrol?”

“Nggak sama istriku.”

Detektif itu mengembuskan napas. “Saya balik lagi,” katanya, lalu melangkah ke pintu.

Melo masih terpaku di dekat pin...

Masuk dan lanjutkan membaca