Bab 107

Betty berbalik menghadap Adrian. Di matanya sempat terpantul rapuh sesaat, sebelum mengeras jadi tekad.

Kalimatnya pendek saja. “Demi Layla, aku mau.”

Wajah Adrian tetap sulit dibaca saat ia menatapnya. “Kamu sedang main api, Betty.”

“Buatku ini bukan permainan.” Betty meluruskan punggung, menega...

Masuk dan lanjutkan membaca