Bab 185

Orang-orang di ruang rapat itu menunggu, menit demi menit lewat, tapi baik Betty maupun Adrian tak kunjung muncul.

Mereka saling pandang, lalu mulai berbisik pelan.

Alya duduk di kursinya dengan wajah sedingin es, tak terbaca. Bahkan orang-orang di sebelahnya yang berharap bisa dapat sedikit bocor...

Masuk dan lanjutkan membaca