Bab 58

Begitu Layla mengaku terus terang kalau telepon itu mengusiknya, Rangga sempat tertegun karena kejujurannya. Ia menatap Layla, tak tahu harus menjawab apa.

Layla merapikan dasternya, menyelipkan sehelai rambut ke belakang telinga. Suaranya tenang, tapi tegas. “Setiap kali dia nelepon, aku sudah sia...

Masuk dan lanjutkan membaca