Bab 495: Abu, Permintaan Maaf, dan Awal yang Tenang

Rumah besar itu terasa berbeda setelah gerhana.

Bukan lebih sepi—karena masih ada langkah kaki di lorong, masih ada percakapan yang terdengar samar, masih ada tawa yang terasa terlalu keras di beberapa ruangan. Tapi ketegangan yang hidup di dinding, di lantai, di udara itu sendiri, telah hilang. Se...

Masuk dan lanjutkan membaca