Epilog: Sorak-sorai Selamanya.

Lima tahun kemudian, rumah besar itu terasa berbeda.

Stella berdiri di dekat ujung meja, rambut gelapnya dikepang longgar di salah satu bahu, matanya lembut saat mengamati anak-anaknya. Stanley, putra pertamanya, duduk diam di sampingnya, kakinya berayun-ayun sedikit saat menatap pola di taplak mej...

Masuk dan lanjutkan membaca