Bab 22 Perang Penawaran

Malam itu, di kediaman keluarga Wijaya.

Lukisan cat minyak yang baru diantar, berjudul “Hujan Malam”, tergeletak terbuka di atas meja kerja.

Warna-warna gelap, gurat-gurat hujan yang berbercak.

Di tengah pemandangan yang seolah tak punya harapan itu, sebuah tunas kecil berwarna hijau menyembul da...

Masuk dan lanjutkan membaca