Bab 142

Waktu berlalu, dan jam sudah lewat sembilan.

Kalau dia nggak segera mengambil keputusan, kesempatan itu bakal keburu lepas.

Alya menatap langit yang hitam pekat di luar jendela, rasa putus asa kian menekan dadanya.

Dia mencoba menelepon Sebastian lagi, tapi sialnya, panggilan itu langsung ditutup...

Masuk dan lanjutkan membaca