Bab 374

Gelas anggur itu menghantam permukaan meja dengan bunyi gedebuk yang berat.

Senyum Felicity lebih mirip seringai. Tatapannya menyapu satu per satu orang di ruangan, seolah sudah tahu semuanya. “Iya, kan? Kalian juga setuju, kan?”

“Tentu. Desainer yang tega ninggalin klien? Mana bisa dipercaya oran...

Masuk dan lanjutkan membaca