Bab 45

Sebastian dilalap amarah yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya—mentah, beringas, menelan habis akal sehat. Saat itu, yang ia inginkan cuma satu: mencabik-cabik Christina.

“Tidak. Kamu nggak boleh. Ini anakmu.”

Ia sama sekali tak menggubris. Ia meraih lengan Christina, lalu menyeretnya kelua...

Masuk dan lanjutkan membaca