Bab 489

Kaida menundukkan kepala, tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Di dunia ini, cinta itu cuma transaksi kepentingan,” gumamnya pelan.

Melihat raut polos Tamsin dan Victor saja sudah bikin kepalanya berdenyut.

“Kalian berdua serius? Nggak ada yang namanya musuh abadi atau teman abadi—yang abadi itu ...

Masuk dan lanjutkan membaca