Berpikir tentang dia

Begitu Nikolai membanting pintu di belakangnya, aku mengembuskan napas pelan, jemariku menyisir rambut. Amarah masih membakar di pembuluh darahku, panas dan pekat, tapi ada sesuatu lain di bawahnya. Sebuah kekesalan yang bahkan aku sendiri tak bisa menamai.

Aku membencinya.

Aku benci karena wajahn...

Masuk dan lanjutkan membaca