Bab 501 Pelarian Tengah Malam

Dalam pekatnya kegelapan malam.

Dua sosok melesat cepat.

Darah segar menetes, membasahi tanah yang berdebu.

Di sebuah tikungan, langkah keduanya sedikit melambat.

Nyaris tanpa jeda.

Rambut pemuda itu basah kuyup oleh keringat, sebilah pisau tajam menancap di bahunya.

Napasnya tersengal-sengal....

Masuk dan lanjutkan membaca