Bisakah kita mempercayaimu?

Aku terbangun keesokan paginya dengan tubuh Malachi yang lengket oleh keringat melingkar erat memelukku.

Kepalaku berdenyut, dan pikiranku melesat kembali ke perayaan semalam—seharian itu benar-benar sempurna.

Kami bernyanyi, menari, dan bersenang-senang sampai lewat tengah malam—bintang panggungn...

Masuk dan lanjutkan membaca