Bab 222: Mural Yogurt

Lya berdiri tegak, posturnya kaku, matanya menyala. Sebuah pulsa sihir bergetar di sekelilingnya, mendistorsi udara seolah-olah suhu naik beberapa derajat dalam sekejap.

“Drake,” katanya dengan suara yang mengkhawatirkan tenang, “jika ada satu sel otak naif yang tersisa di kepalamu, itu baru saja m...

Masuk dan lanjutkan membaca