Bab 224: Kamar Waris

"Tidak buruk untuk sebuah prototipe, kan?" Lina tertawa.

Loric membusungkan dadanya.

"Itu bukan prototipe. Itu hadiah. Untuk adik kecilku."

Caleb, yang berdiri di ambang pintu, mengusap lehernya, terlihat tersentuh meski berusaha menyembunyikannya.

Lya, yang diam-diam tiba di belakangnya, melingka...

Masuk dan lanjutkan membaca