126- Kamu Hidup! — Bagian 2

Isabella

“Makasih,” ucapku pelan setelah berhasil mengumpulkan keberanian untuk bicara. “Aku bener-bener berterima kasih sama kalian semua… karena sudah datang nyelametin aku.”

Lucus tersenyum, mendekat, lalu mengecup keningku. Pipi rasanya langsung panas menahan malu. Suaranya lembut saat menjawa...

Masuk dan lanjutkan membaca