167- Epilog

Isabella

Tarik napas dalam-dalam. Hembuskan. Tarik napas. Hembuskan. Seperti itu. Ah, sial, lupakan semua itu.

"SIALAN!"

Aku menggertakkan gigi sambil meraba perutku yang sudah sangat besar. Gelombang kontraksi berikutnya segera menghantamku seperti kereta barang. Namaku segera dipanggil oleh...

Masuk dan lanjutkan membaca