Bab 227: Rahmat

Air mata mengalir di wajahku saat seseorang berjalan mendekat. Aku tidak bisa menoleh untuk melihat, tapi ketakutan memenuhi diriku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Oh dewi, aku benar-benar dalam masalah. Jika orang ini seperti Adrian, dia tidak akan berhenti.

"Tidak!" Aku berteriak saat bayanga...

Masuk dan lanjutkan membaca