Bab 24: Rhys

Tanpa sadar aku malah condong mendekat, meski kepalaku sudah berteriak menyuruh berhenti. Mata besarnya menatapku—dan untuk sekali ini, ada hasrat juga di sana.

“Cium dia,” rengek serigalaku.

Tidak.

Aku menggeleng cepat dan mundur selangkah. Aku nggak bisa melakukan itu padanya. Dia baru mulai pu...

Masuk dan lanjutkan membaca