Bab 38: Rahmat

"Kamu ingin memberikan aku seorang pewaris?" Raja Alfa mengerutkan kening saat membaca papan tulisku.

Aku mengangguk, gelisah di bawah tatapannya yang tajam. Intensitas pandangannya cukup membuat siapa pun merasa tidak nyaman.

"Kamu ingin punya bayi?" Dia bertanya lagi.

Kali ini aku ragu, tapi me...

Masuk dan lanjutkan membaca