Bab 47: Rahmat

Kegelapan itu menenangkan. Di sana tak ada apa-apa. Tak ada sakit. Tak ada perasaan apa pun. Hanya kosong. Ada ketenteraman yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Semuanya seolah baik-baik saja, sampai sebuah suara mulai memanggil namaku. Lembut, berat, manis, dengan semburat cemas. Rasanya seperti...

Masuk dan lanjutkan membaca