Bab Seratus Dua Puluh Satu

Aku terbangun dengan tubuh basah oleh keringat, jantungku berdetak kencang seolah ingin keluar dari dadaku. Seprai yang kusut melilit kakiku, membuatku sesak. Aku menendangnya dengan kasar, terengah-engah mencari udara. Ini tidak seperti sebelumnya. Ini bukan ingatan tentang pisau Kelly yang menusuk...

Masuk dan lanjutkan membaca