Bab [102] Pahit untuk Diucapkan

“Plup!” Shinta Qirani tiba-tiba tersedak air es yang ia teguk.

Suasana di sekeliling mendadak hening, hanya terdengar suara tarikan napas. Tatapan tajam seperti serigala itu seolah ingin menembus mereka berdua, membuat Shinta Qirani merasa tidak nyaman dan gelisah.

Betapa ia ingin pura-pura tak me...

Masuk dan lanjutkan membaca