Bab [121] Membantu

“Shinta, kamu tuh sebenernya lagi…?”

Jantung Shinta Qirani refleks berdegup lebih kencang. “Lagi apa?”

“Kamu agak aneh deh!” Di seberang sana, suara Safira Fauzi terdengar diselingi tawa kecil. “Dulu kalau teleponan sama aku kamu nggak pernah bengong. Jujur, tadi ngelamun gara-gara siapa?”

Shinta...

Masuk dan lanjutkan membaca