Bab [127] Kegigihan Pak Sutrisno

Kakek Sutrisno baru saja menutup mulut ketika terdengar suara “bruk” pelan. Mas Wahyu tiba‑tiba berlutut di lantai, lalu menunduk dalam‑dalam, menyentuhkan dahinya ke lantai tiga kali.

“Guru, mohon terima hormat saya!”

“Ya, ya, ya.”

Kakek Sutrisno cepat‑cepat membungkuk, meraih kedua lengan Mas ...

Masuk dan lanjutkan membaca