Bab [159] Perempuan Tak Tahu Malu

“Gitu? Iya juga, ya?”

Widi Sutrisno tersenyum tipis. Tatapannya tajam meneliti wajah Shinta Qirani, seolah ingin menembus permukaannya. Pelan-pelan dia berkata, “Ayah saya mungkin saja melebih-lebihkan soal Nona Qirani, tapi saya bisa menilai sendiri.”

“Terserah.” jawab Shinta Qirani santai, seola...

Masuk dan lanjutkan membaca