Bab [54] Jika Kamu Mati, Bagaimana dengan Shakila Chandra?
Tak lama kemudian, Yara Hartanto kembali ke rumah keluarga Dinata.
Ia duduk di sofa, menatap Adrian Dinata dalam keheningan beberapa saat. Adrian sudah mengganti kemeja kotak-kotak yang sebelumnya ternoda darah itu dengan pakaian santai berwarna biru muda, tampak lebih rileks dari biasanya.
Meja m...
Masuk dan lanjutkan membaca
Bab
1. Bab [1] Kelahiran Kembali Yara Hartanto
2. Bab [2] Lelang Anggur
3. Bab [3] Adrian Dinata, Kita Bercerai
4. Bab [4] Orang yang Harus Merenung adalah Kamu
5. Bab [5] Pak Adrian dan Nyonya Dinata benar-benar pasangan yang serasi
6. Bab [6] Shakila Chandra Menyusup Pesta
7. Bab [7] Wanita Malang yang Tidak Bisa Mempertahankan Suaminya
8. Bab [8] Pengungkapan Identitas Danendra Halim
9. Bab [9] Yara Hartanto dalam Bahaya
10. Bab [10] Sarang Ular
11. Bab [11] Jangan Pedulikan Dia
12. Bab [12] Kunjungan Nyonya Tua Dinata
13. Bab [13] Yara Hartanto Berubah
14. Bab [14] Jangan Membuat Masalah untuk Saya
15. Bab [15] Wanita yang Tidak Tahu Diri
16. Bab [16] Ujian Masuk
17. Bab [18] Hari ini adalah ulang tahun Shakila Chandra
18. Bab [19] Pendaftaran Mahasiswa Baru
19. Bab [20] Akulah Suaminya, Kau Ingin Merebutnya Dariku?
20. Bab [21] Kurangi Mengganggu Arditya Prakasa
21. Bab [22] Objek Skandal Yara Hartanto adalah Arditya Prakasa
22. Bab [23] Shakila Chandra Kehilangan Keberuntungan
23. Bab [24] Adrian Dinata, Pergilah
24. Bab [25] Orang yang Menyebarkan Berita Palsu adalah Shakila Chandra
25. Bab [26] Yara Cantik, Bisakah Kamu Memberikan Botol Anggur Itu Kepadaku?
26. Bab [27] Ingin Menikmati Hasil Tanpa Berusaha? Tidak Ada Jalan
27. Bab [28] Begitu Terburu-buru untuk Naik Pangkat, Apakah Tidak Puas Menjadi Pelakor?
28. Bab [29] Kamu adalah wanitaku, apakah aku tidak bisa menyentuhmu?
29. Bab [30] Kencan Palsu Pasangan Palsu
30. Bab [31] Benar-benar Tidak Disangka, Dia Begitu Rendah
31. Bab [32] Arditya Prakasa, Cukup
32. Bab [33] Tidak Perlu Berbelas Kasihan kepada Shakila Chandra
33. Bab [34] Main Belakang dengan Pacar Orang, Tidak Ada yang Bisa Mengalahkanku
34. Bab [35] Mencintai Seperti Membuat Anggur
35. Bab [36] Anggur Murni Stroberi Merica Bunga Nyanyian Singa
36. Bab [37] Shakila Chandra Mengalami Perampokan
37. Bab [38] Penjahat Ditangkap, Shakila Chandra Mengalami Cedera Wajah
38. Bab [39] Yara Hartanto Pindah dari Keluarga Dinata, Nyonya Tua Dinata Murka
39. Bab [40] Sekali Lagi, Lepaskan Dia
40. Bab [41] Kamu Masih Berani Kembali?
41. Bab [42] Menikah Mudah, Bercerai Sulit
42. Bab [43] Adrian Dinata Melindungi Shakila Chandra, Tidak Segan Menyerang Keluarga Gunawan
43. Bab [44] Shakila Chandra Menetap di Permata Danau Biru
44. Bab [45] Tinggal di Kompleks yang Sama dengan Pelakor, Sungguh Sial
45. Bab [46] Shakila Chandra, kamu sembunyi dari kami buat apa?
46. Bab [47] Dia adalah Nona dari Keluarga Hartanto, Jaga Bicaramu
47. Bab [48] Tempat Keluarga Prakasa, Berani Kalian Bertindak Sembarangan?
48. Bab [49] Aku Membawa Pergi Wanita Ku, Itu Sudah Sepantasnya
49. Bab [50] Adrian Dinata, Pernikahan Kita Seharusnya Sudah Berakhir
50. Bab [51] Pria Murahan dan Wanita Murahan, Memang Pasangan yang Serasi!
51. Bab [52] Tidak Ada yang Perlu Dibicarakan Antara Aku dan Dia
52. Bab [53] Yara Hartanto, Pergilah ke Neraka!
53. Bab [54] Jika Kamu Mati, Bagaimana dengan Shakila Chandra?
54. Bab [55] Mas Halim, Tolong Kasihanilah Dia!
55. Bab [56] Dia di Sampingku, Ada Urusan?
56. Bab [57] Pernikahan Ini, Aku Tidak Akan Bercerai
57. Bab [58] Pertama Kali Bertemu Rangga Nugraha
58. Bab [59] Aku Tidak Mendukungnya, Haruskah Aku Mendukungmu?
59. Bab [60] Kebangkitan Grup YORA
60. Bab [61] Kejutan yang Dipersiapkan oleh Danendra Halim
61. Bab [63] Grup Dinata Menyatakan Perang Terhadap Grup YORA
62. Bab [64] Shakila Chandra Terbakar Api Cemburu
63. Bab [65] Aku Akan Mengirimnya ke Penjara dengan Tanganku Sendiri
64. Bab [66] Cosplay Malam Hari
65. Bab [67] Pegang Aku, Jangan Takut
66. Bab [68] Adrian, Aku Suka Kamu
67. Bab [69] Bibi Santoso Menyembunyikan Niat
68. Bab [70] Danendra Halim, saya kepanasan
69. Bab [71] Jangan Biarkan Cahyo Santoso Lari
70. Bab [72] Yara Hartanto, kamu tidak berhak berebut harta denganku!
71. Bab [73] Nona Shakila, Harap Kenali Realitas
72. Bab [74] Biarkan Dia Mati dan Hilangkan Pikiran untuk Bercerai
73. Bab [75] Pendatang Baru Magang Grup Sejahtera
74. Bab [76] Aku dan Adrian sudah tidur bersama
75. Bab [77] Nona Hartanto, apakah kamu bersedia menerima pengejaran saya?
76. Bab [78] Tentang Rumor Yara Hartanto
77. Bab [79] Dia adalah CEO Mustika Grup Hartanto
78. Bab [80] Shakila Chandra Dipecat
79. Bab [81] Sedikit Uang, Grup Dinata Bisa Menanggungnya!
80. Bab [82] Yara Hartanto, Aku Akan Membuatmu Jatuh Cinta Lagi Padaku
81. Bab [83] Kak Adrian Benar-Benar Orang Penting yang Pelupa
82. Bab [84] Dia Adalah Pemegang Saham Terbesar di Grup Dinata
83. Bab [85] Bertukar Rahasia
84. Bab [86] Misteri Asal Usul Shakila Chandra
85. Bab [87] Hanya Kamu yang Ada di Hatiku
86. Bab [88] Shakila Chandra Menerima Email Ancaman
87. Bab [89] Mencari Orang untuk Membunuh Yara Hartanto
88. Bab [90] Pesta Minuman
89. Bab [91] Musuh dari musuh adalah teman
90. Bab [92] Firasa Buronan
91. Bab [93] Orang Gila
92. Bab [94] Bahaya Mengintai di Mana-mana
93. Bab [95] Aku adalah F, Penciptamu
94. Bab [96] Yara Hartanto Menghilang Tanpa Jejak
95. Bab [97] Mengurungnya di Ruang Darah
96. Bab [98] Saya Berutang Nyawa Padanya
97. Bab [99] Bunuh Aku, Menikahi Dia
98. Bab [100] Mengganti Kerugian Keluarga Hartanto dengan Segala Cara
99. Bab [101] Perjanjian Akuisisi
100. Bab [102] Yara Hartanto Masih Hidup
101. Bab [103] Pemakaman di Taman
102. Bab [104] Kalau Aku Memang Tidak Mau, Lalu Bagaimana?
103. Bab [105] Hari Ini Aku Harus Membawanya Pergi
104. Bab [106] Apakah kamu mulai tertarik padaku?
105. Bab [107] Danendra Halim Cemburu
106. Bab [108] Tunangan Danendra Halim
107. Bab [109] Satu Ciuman
108. Bab [110] Ingin Menemui Dia? Maka Datanglah Mencariku
109. Bab [111] Air Mata Isis
110. Bab [112] Tujuanku Hanya Yara Hartanto
111. Bab [113] Gantung Mereka Terbalik, Lempar ke Gudang
112. Bab [114] Kamu Tidak Seujung Rambut Yara Hartanto
113. Bab [115] Konfrontasi Keluarga Halim dan Grup Dinata, Yara Hartanto Terperangkap dalam Mimpi Buruk
114. Bab [116] Skandal Gosip Negatif
115. Bab [117] Badai di Penjara Shakila Chandra, Hilangnya Arya Hartanto yang Misterius
116. Bab [118] Jalan Rahasia
117. Bab [119] Membalas Dengan Cara yang Sama
118. Bab [120] Asal Jangan Main Sampai Mati, Mau Main Bagaimana Pun Boleh
119. Bab [121] Dosa Pembunuhan di Tubuh Danendra Halim Terlalu Berat
120. Bab [122] Grup Dinata Merekrut Kayla Salsabila dengan Gaji Tinggi
121. Bab [123] Aku Hanya Tidak Ingin Di Tanganku Bertambah Satu Nyawa Lagi
122. Bab [124] Mengenal Wajah, Tak Mengenal Hati
123. Bab [125] Adrian Dinata, Ketulusanmu Tidak Berharga
124. Bab [126] Jadi, apa yang Mas Prakasa ingin saya lakukan?
125. Bab [127] Kasus Pembunuhan di Pulau Terpencil
126. Bab [128] Kamu Tidak Seharusnya Jatuh Cinta pada Orang yang Tidak Sepantasnya Kamu Cintai
127. Bab [129] Yara Hartanto adalah Wanita Jahat yang Sebenarnya
128. Bab [130] Paman Kedua, perhitunganmu benar‑benar cerdik
129. Bab [131] Aku Memanggilmu Sekali Lagi, Paman Kedua
130. Bab [132] Jaya Hartanto Masuk Penjara, Yara Hartanto Kembali Terjerat dalam Mimpi
131. Bab [133] Keluarga Hartanto yang Merusak Moral dan Adat Seharusnya Menghilang
132. Bab [134] Shakila Chandra Menghina Yara Hartanto
133. Bab [135] Siapa Berani Menyentuhnya, Berarti Menjadi Musuhku
134. Bab [136] Mengapa Aku Tidak Bisa?
135. Bab [137] Membentuk Band
136. Bab [138] Apa Ada Kata-Kata Terakhirmu yang Ingin Diucapkan?
137. Bab [139] Demi Seorang Perempuan, Apakah Itu Pantas?
138. Bab [140] Demi Band Neon Rebels, Bersulang
139. Bab [141] Danendra Halim Terluka, Yara Hartanto Merasa Tersayat Hati
140. Bab [142] Demi Bertemu denganmu, Aku Membunuh Jalan Pulang dari Neraka
141. Bab [143] Shakila Chandra Menjadi Putri Sulung Keluarga Kusuma
142. Bab [144] Shakila Chandra, aku tidak akan memaafkanmu!
143. Bab [145] Mengetahui Terlalu Banyak Mungkin Bukan Hal yang Baik
144. Bab [146] Ke mana pun kau ingin pergi, aku akan menemanimu
Perkecil
Perbesar
