75: Gigi manis

Aku kembali dengan tangan penuh segala “perlengkapan” yang kubutuhkan untuk momen semenggiurkan ini. Tristan menatapku dengan mata penuh tanya saat kutata semuanya rapi di nakas samping ranjang.

“Aku… takut nanya,” katanya, menatap barang-barang itu dengan curiga.

Aku menyeringai, lalu naik ke ata...

Masuk dan lanjutkan membaca