BUKU 2- MENGGODA LUCIEN- 0: Prolog

Darah berceceran saat tinjunya menghantam kulit, daging, dan tulang. Dinding putih ternoda oleh lapisan merah tua yang pekat. Pukulan demi pukulan, dan darah terus berceceran. Tinjunya tak kenal ampun dan penuh kekerasan. Lagi pula, ia menikmati sensasi listrik dari kekerasan murni, gelap, dan kacau...

Masuk dan lanjutkan membaca