Bab 226

Sekilas, Lilian menangkap bayangan senyum tipis di bibir merah mudanya lewat pantulan dinding kaca di depannya.

Matanya terpaku pada ponsel di atas meja, bimbang apakah ia harus menelepon ibunya. Lagi-lagi pertanyaan yang membuat dada tak enak itu muncul di kepalanya: “Apa aku harus telepon Ibu...?...

Masuk dan lanjutkan membaca