Bab 179 Ikonik

Aku refleks menoleh ke Rowan. Ekspresinya tetap susah dibaca beberapa detik, lalu dia mengangguk sekali ke arahku.

Dan itu muncul lagi. Kepercayaan itu. Pemahaman tanpa kata-kata.

Dia menyerahkan gedung ini ke tanganku.

Aku langsung berbalik ke antrean meja keamanan dan meraih telepon. “Saya Viol...

Masuk dan lanjutkan membaca