Bab 143: Kondisi Kritis

Nada suara Pak Henry jatuh seperti vonis—dingin, tajam, tanpa ruang tawar-menawar.

Seluruh tubuh Terry gemetar. Ia terlalu paham kalimat Pak Henry bukan gertakan kosong—kalau ia benar-benar membuat orang itu murka, akibatnya tidak main-main.

Wajahnya pucat pasi, bibirnya bergetar. Pada akhirnya, i...

Masuk dan lanjutkan membaca