Bab 38 Berpisah

Mendengar kata-kata itu, pupil Henry seketika mengecil.

Aura menguasai yang tadi melekat padanya di ballroom langsung luntur begitu saja. Tanpa sadar ia condong ke depan, merendahkan tubuh, suaranya serak lebih dari biasanya. “Sofia, jangan buru-buru… dengerin gue jelasin.”

“Dua tahun lalu, keluar...

Masuk dan lanjutkan membaca