Bab [42] Siapa Ayahmu

Maya Wijaya melirik Melati Santoso dengan ekspresi meremehkan.

“Hari ini tamu banyak sekali, Nenek Buyut pasti sibuk. Sini, kasih saja kadonya ke aku, nanti aku bantu sampaikan.”

Merasakan nada angkuh dalam suaranya, senyum Melati Santoso sedikit kaku. Namun, mengingat tujuannya datang hari ini, i...

Masuk dan lanjutkan membaca